Wednesday, November 13, 2019

Bung Tomo pahlawan Negara

Assalamualaikum wr.wb.

Salam merdeka bagi rakyat seluruh Indonesia!
kali ini saya akan bahas tentang Pahlawan Indonesia.
kita sebagai orang indonesia pasti sudah tak asing lagi dengan Pahlawan pengobar semangat tempur dalam peristiwa 10 November 1945. (kalo ga tau kebangetan dah😄).
oke...cukup sudah basa-basi kita. Mari kita lanjut ke topik pembahasan.😊

SUTOMO ( Bung Tomo )

Mantan menteri di pemerintahan Indonesia


Bung Tomo sedang berorasi. FOTO/Nanyang Post, 1947/Wikimedia Commons


Deskripsi

Sutomo dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Lahir: 3 Oktober 1920, Surabaya
Meninggal: 7 Oktober 1981, Arafah, Mekkah, Arab Saudi
Jabatan dalam kabinet yang pernah dipegang: Menteri Negara, Menteri Sosial (ad interim)
Kementerian yang pernah dikelola: BMN Connected Indonesia
Menjabat dalam kabinet: Kabinet Burhanuddin Harahap
Era kabinet: Demokrasi liberal.

Masa mudanya Sutomo

Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang.

Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.

Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, tetapi tidak pernah resmi lulus.
Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia
Sosok Bung Tomo kerap disandingkan dengan pertempuran hebat di Surabaya yang sehari sebelumnya menewaskan Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby, pimpinan tentara Sekutu yang berusaha menduduki Surabaya tersebut. Catatan sejarah negeri ini bahkan menempatkan Palagan Surabaya itu sebagai titik terpenting dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.
Memuncaknya gerakan perlawanan rakyat Surabaya yang pantang menyerah dan rela berkorban saat itu boleh dibilang bermula dari pidato-pidato inspiratif dan fenomenal Bung Tomo yang menggelora lewat siaran radio.

Kepemimpinan Sutomo

Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan semangat kemerdekaan.

Meskipun Indonesia kalah dalam Pertempuran 10 November itu, Rakyat Surabaya berhasil memukul mundur pasukan Inggris dan kejadian ini dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

sekian artikel dari saya.. salam Merdeka!

Wassalamualaikum wr, wb

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo

No comments:

Post a Comment